Halaman

Senin, 27 Agustus 2012

Undangan-undangan Mubazir Itu…



Setelah melangsungkan   akad      nikah,   orang   perlu   mengumumkan pernikahannya,  i'lan,  agar  masyarakat  mengetahui.  Melalui  walimah, pengantin  yang   baru  menikah  mengabarkan  kepada  orang  banyak,
menyatakan  rasa  syukurnya  atas  rezeki  yang  dikaruniakan  Allah  padanya,  serta memohon doa agar pernikahan yang baru saja dilangsungkan dibarakahi oleh Allah
dan Allah  ridha  kepada  keluarga  baru  itu  beserta  seluruh  keturunannya  kelak.
Allahumma amin.

Pada masa dulu, orang memberitahu kepada khalayak dan sanak kerabat secara lisan. Mereka kemudian mengabarkan kepada orang lain dan siapa saja yang ditemui, jika  pihak  yang  mengadakan  walimah  mengizinkan. Selain  khalayak  umum,  ada orang-orang yang secara khusus diundang. Mengundang dengan cara ini, lebih dekat dengan silaturahmi dan lebih dekat dengan kesucian hati serta kebersihan niat.

Zaman kemudian berkembang, orang semakin sulit menyediakan waktu kalau tidak  diberitahu  jauh  sebelumnya  secara  tertulis.  Kesibukan  pada  masing-masing pihak,  pengundang  maupun  yang  diundang,  menjadikan  undangan  tertulis  lebih praktis.  Melalui  undangan  tertulis,  kita  lebih  memungkinkan  untuk  mengundang orang yang lebih banyak.

Setelah undangan tertulis marak digunakan, mulai ada pergeseran. Undangan cetak tidak hanya menyangkut fungsinya untuk memberitahu orang. Ada sejumlah hal yang  kemudian masuk  di  dalamnya.  Awalnya  sekedar  agar  tidak  tampak  terlalu bersahaja, sehingga orang berusaha mendesain kartu undangan sehingga tampak lebih menarik dan lebih anggun. Pilihan kertas juga demikian, semakin berkembang.

Sejauh semua itu masih fungsional, sepanjang pemahaman saya masih tidak masalah.  Hanya  saja,  saya  kemudian  mulai  bertanya  ketika  melihat  undangan- undangan nikah yang mewah dan  lebih banyak fungsi aksesorisnya. Atau, malah fungsi prestise. Undangan-undangan itu dicetak di atas  kertas yang jauh melebihi kebutuhan.  Ada  sekian  aksesoris  yang  tidak  fungsional,  kecuali  sekedar  sebagai keunikan  dan kekhasan. Padahal, sesudah itu undangan-undangan itu  dibuang ke tempat sampah. Kertas yang biasanya bertuliskan ayat suci Al-Qur'an, surat Ar-Rum ayat 21 itu, berbaur dengan sampah-sampah lain yang siap diangkut tukang sampah.

Saya sempat  berpikir,  apakah  undangan  yang  demikian  ini  tidak  mubazir? Membuat sesuatu yang jauh melebihi kebutuhan, kertasnya kadang sampai berlembar- lembar  yang  ditumpuk-tumpuk,  padahal  hanya  dibaca  sesaat.  Sesudah  itu  tidak berguna lagi.

Ironis sekali. Undangan-undangan mubazir itu justru banyak yang berasal dari kita          yang          beragama               Islam.   Bahkan   dari   kita   yang   tampak   sekali   ghirah keagamaannya.

Saya tidak  hendak  mengajak  Anda  untuk  bersikap  kaku  dengan  tulisan  ini. Tidak. Kita  melihat kenyataan sekarang bahwa kehadiran undangan cetak hampir- hampir tidak mungkin untuk dihilangkan. Sehingga undangan itu mempunyai fungsi untuk         menyampaikan         khabar,              untuk                     i'lan         (mengumumkan)                            atas    peristiwa membahagiakan. Melalui undangan, kita lebih  memungkinkan mengundang banyak orang.

Melalui tulisan ini, saya hendak mengajak berpikir sejenak, sehingga kita bisa menghindari kemubaziran. Tetapi, kita juga menjauhkan diri dari sikap terlalu bakhil. Kemubaziran banyak lahir dari  sikap israf (berlebih-lebihan), sedang sikap bakhil (kikir, terlalu mengurang-ngurangkan) menjauhkan kebaikan.

Langkah ini dapat dilakukan dengan mencegah diri dari pemakaian undangan cetak yang berlebih-lebihan. Undangan boleh jadi tetap elegan, tetapi tidak berlebihan dalam pemakaian kertas dan penggunaan aksesoris.

Menjauhkan  kemubaziran   juga   bisa   dilakukan   dengan   memberi          manfaat tambahan  pada  kartu  undangan yang  dicetak.  Misalnya, dengan  mengoptimalkan fungsi seluruh kertas  yang ada. Sehingga selain bermanfaat untuk menyampaikan undangan walimah, juga bermanfaat untuk dakwah dalam waktu lama. Bukan yang sekali dilihat, segera dimasukkan tong sampah.

Memberi manfaat lebih ini dilakukan dengan mendesain pesan-pesan maslahat. Bisa juga dengan menyertakan fungsi lain yang diperlukan orang, kalender misalnya. Bisa juga tabel zakat. Atau, Anda  bisa  menambahkan jadwal shalat untuk daerah tempat walimah dilaksanakan yang mudah dibawa kemana-mana. Sedang kelebihan kertas yang ada bisa dimanfaatkan juga dengan mendisain pembatas buku sekaligus mengisinya dengan pesan maslahat.

Masih banyak  sentuhan  lain  yang  dapat  diberikan.  Anda  dapat  memikirkan peluang-peluang itu agar undangan tidak terlalu mubazir. Semoga dengan demikian,

lebih dekat kepada barakah dan ridha Allah. Dengan demikian setan tidak mempunyai kesempatan untuk menimbulkan kemubaziran.

Mudah-mudahan ikhtiar kita untuk menjadikan berbagai langkah selama proses dengan sesuatu  yang manfaat dan maslahat, menjadikan pernikahan kita barakah, sakinah mawaddah wa rahmah.  Semoga kelak Allah mengaruniai keturunan yang memberi bobot kepada bumi dengan kalimat laa ilaaha illaLlah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar